0

PENSIL

Senin, 04 Februari 2013
Pensil adalah salah satu media gambar yang murah, mudah ditemukan, mudah digunakan dan bisa dibawa kemana saja. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membelinya, juga tidak perlu ke toko khusus yang menjual alat lukis karena di toko-toko biasa juga tersedia banyak. Dan paling menyenangkan dari pensil adalah sangat ringan dan bisa dimasukkan ke dalam saku baju Anda.
Pensil sepertinya hanya menghasilkan warna monokrom (hitam putih) yang tidak menarik. Karena itu banyak pemula tidak mulai belajar untuk menguasai pensil terlebih dahulu dan biasanya ingin langsung belajar menggunakan cat air dan cat minyak. Padahal jika Anda ingin lebih menguasai cat air dan cat minyak, sebagai pemula Anda sebaiknya harus sering berlatih membuat sketsa dengan pensil. Keluarkanlah semua kemampuan yang dimiliki pensil maka Anda akan menemukan keajaiban-keajaiban pada gambar Anda.
Sebelum mulai belajar menggambar dengan media pensil sebaiknya Anda mengenal lebih baik lagi tentang pensil. Jenis pensil pun bermacam-macam merk, ukuran, dan harganya. Memilih dan membeli pensil juga perlu Anda ketahui caranya. Tapi paling penting pilihlah pensil yang sesuai dengan kepribadian Anda.
Ukuran pensil yang paling umum berukuran antara 9H sampai 9B. Biasanya pensil yang paling sering Anda gunakan untuk menulis ukuran HB dan 2B. Dari tingkat kekerasannya pensil terbagi dari 2 jenis yaitu pensil lunak dan pensil keras. Pensil keras diberi tanda dengan H. Pensil lunak diberi tanda dengan B.
Pensil ukuran H-9H menghasilkan karakter garis tipis biasanya digunakan untuk membuat sketsa dan mengarsir daerah terang. Pensil B-9B menghasilkan karakter garis tebal dan biasanya digunakan untuk mengarsir daerah gelap.
Sebaiknya Anda mencoba dahulu berbagai macam ukuran dan jenis pensil antara 9H-9B sehingga Anda tahu mana yang lebih sesuai dengan sifat Anda.
Pada umumnya semua harga pensil terjangkau, jadi jika dana Anda terbatas sekali pilihlah beberapa pensil saja, yang penting ada satu pensil keras H dan satu pensil lunak B. Tidak harus semua ukuran pensil Anda beli.
Ada berbagai macam merk pensil gambar yang dapat Anda coba seperti Faber Castell, Lyra, dan Staedtler. Merk tersebut memproduksi berbagai macam ukuran dan jenis pensil. Ukuran pensil 2B yang berbeda merk mempunyai kualitas karakter pensil yang berbeda juga.
Saya juga menemukan hanya dengan menggunakan satu jenis pensil saja misalnya pensil 2B. Kemudian saya memberikan tekanan yang lebih kuat ketika mengarsir pada kertas, maka pensil 2B dapat menghasilkan kualitas arsir yang sama dengan pensil 4B.
Saya lebih suka menggunakan pensil antara 2B, 4B dan 6B. Ketika mulai membuat sketsa awal saya lebih suka menggunakan 2B karena lunak sehingga dapat menghasilkan garis yang lebih ekspresif, tetapi ada juga yang lebih suka menggunakan 2H untuk membuat sketsa awal karena menghasilkan garis lebih tipis.
Jika Anda telah menemukan ukuran pensil yang lebih cocok dengan sifat Anda maka menggambar pun akan terasa lebih nyaman Anda dapat menghasilkan berbagai macam arsir dengan teknik memegang pensil. Saya menggunakan dua cara memegang pensil:
1. Memegang pensil seperti menulis, cara ini sangat sesuai jika Anda ingin menghasilkan gambar yang detail.
2. Memegang pensil antara ibu jari diatas dan 4 jari dibawahnya, teknik seperti ini sangat baik untuk membuat garis-garis yang berani bahkan baik untuk melemaskan tangan Anda.
Memberi tekanan yang berbeda ketika memegang pensil juga menghasilkan arsir yang berbeda. Semakin kuat Anda memberi tekanan maka arsir yang dihasilkan tebal sebaliknya jika Anda memberikan tekanan lemah maka arsir yang dihasilkan tipis.
Berdasarkan pengalaman saya ketika pertama kali menggambar dengan pensil, saya merasakan kalau tangan agak kaku. Hal ini terlihat pada karakter garis yang saya hasilkan. Garis akan kaku, terputus-putus, dan ada perasaan ingin sering menggunakan penghapus.
Jika Anda memang baru pertama kali mulai menggambar dengan pensil, kemungkinan garis yang Anda hasilkan pun terlihat kaku dan garis terputus-putus. Masalah ini dapat menghilang secara perlahan jika Anda sering berlatih dan tangan Anda pun terasa lemas dalam menghasilkan garis. Kesalahan seorang pemula biasanya terlalu mengkhawatirkan apakah gambar itu bagus atau tidak dan apakah gambar nya salah atau benar. Biasanya pemula takut untuk membuat garis berulang-ulang dan selalu ingin menggunakan penghapus. Sebaiknya hilangkan perasaan takut untuk membuat kesalahan dan jangan gunakan penghapus terlebih dahulu
Sebagai pemula yang penting Anda perhatikan adalah proses ketika Anda menggambar bukan hasilnya. Jadi beranilah untuk menarik garis!
0

MENGGAMBAR MATA

Menggambar mata,untuk menggambarnya merupakan tantangan. Penting untuk menggambar mata dengan baik, karena besarnya dan mata yang indah yang paling membedakan bahwa ini gambar manga.

0

Cara Menggambar / Melukis

Minggu, 03 Februari 2013
Cara melukis wajah. Semenjak hasil coretan pensil saya terpublish dipesbuk tiba tiba saja banyak pesan pribadi masuk ke inbox pesbuk saya yang berinisial Qem Por ini. Yang minta di ajarin nggambar lah, yang minta di gambar wajahnya lah. Nggak cuman cewe' doank, tapi cowok juga banyak yang pengen digambar wajahnya. Gludak glundhung glundhung dah.

Males??? nggak juga sih, pelit juga nggak. Bayangkan saja ada 5 orang lebih yang minta di gambar wajahnya dalam waktu bersamaan. Bukan masalah di bayar berapa, tapi masalah waktunya ntu yang nggak ada (toh selama ini saya nggak pernah minta bayaran). Tangan saya cuman satu ya (yang satu buat garuk garuk pantant), belum lagi nanti kalau nggak mirip gambarnya, belum lagi ntar lama jadinya (maklum orang sibuk). Intinya saya mau aja disuruh menggambar, tapi kalau jadinya tahun depan nggak tau deh, hehehe.

Dari pada pusing ria memikirnya, sekarang saya mau share cara menggambar wajah yang paling mudah. Biar teman teman sekalian bisa ikutan berkreasi dan latihan menggambar, siapa tahu berbakat? :D

Pertama tama, kita siapkan alat2 yang kita pakai buat menggambar sket wajah

1. Kertas A4, A3, A2, A1, ataupun A0
2. Pensil 2B, kalo punya 4B atau 6B boleh juga, semakin banyak semakin bagus.
3. Penghapus kualitas bagus biar nggak nyisain angus
4. Imajinasi, kreatifitas dan jiwa seni

Sebenernya sangatlah mudah banget, sekali lagi sangatlah mudah menggambar wajah. Tinggal bagaimana kita mencari obyek yang fotogenic dan menarik untuk di gambar. Jadi jangan asal gambar model yang nggak jelas, nggak ekspresif, ataupun nggak menarik, pasti jadinya nggak maksimal ntar.

Ada banyak cara menggambar wajah. Salah satu yaitu live sket, yang langsung menggambar di depan model (bikin grogi). Ada lagi yang menggambar foto langsung di atas kertas (susah dapet proposionalitas :p). Dan yang paling mudah tuh nggambar foto menggunakan bantuan garis bantu lewat bantuan komputer.

Nah cara yang terakhir inilah yang akan saya bahas. Bagaimana cara menggambar wajah dengan mudah dan insya Allah mirip, paling nggak mendekati mirip lah.

Setelah mendapatkan foto yang paling ekspresif, sekarang masukan foto tersebut ke dalam corel draw. Sesuaikan ukuran gmbar dengan ukuran kertas yang akan di pakai. Dengan cara ini nantinya bisa di dapat layout yang pas sesuai keinginan. Tentu saja dengan komposisi dan tata letak yang artistik.

Setelah ukuran telah sesuai antara yang di corel dan yang riilnya di kertas, selanjutmya kita buat garis kotak kotak pada Corel Draw.

cara menggambar wajah dengan corel draw

Penggunaan komputer dalam menggambar wajah

Dan apabila sudah selesai, bisa dilanjutkan dengan membuat garis kotak kotak pada kertas A4. Pembuatan kotak kotak ini bisa menggunakan printer ataupun manual menggunakan penggaris..

Dengan prinsip memberi garis bantu pada kertas yang akan kita gunakan sebagai media menggambar, letakan kertas kotak kotak yang sudah kita buat tadi di belakang kertas A4 yang akan kita gunakan untuk menggambar.

cara sket wajah dengan corel draw

Kertas kotak kotak ditaruh dibelakang media gambar untuk mengejar keproposionalan objek

Teknik menggambar ini saya temukan saat masih SMP, yang memberikan sedikit kemudahan saat menorehkan imaginasi dengan bantuan pensil keatas kertas. Dengan cara ini, kemungkinan proposional gambar akan terpenuhi, seperti letak mulut, hidung, dan mata.

Apabila teman teman yang suka menggambar pernah mencoba menggambar wajah. Dan setelah selesai kok ada yang aneh dengan hidung, mulut ataupun mata, maka bisa dipastikan bahwa teman teman kurang bisa mewujudkan ukuran secara kasat mata antara obyek yang digambar kedalam media gambar.

Apabila dirasa proposional dari letak. ukuran dan ekspresi dari objek sudah didapat, saatnya melepas kertas kotak kotak yang ada di belakang media dan dilanjutkan dengan mengarsir.

Semakin tebal arsiran, maka semakin banyak kesempatan yang akan di dapat untuk mewujudkan bayangan dan kedalaman obyek. Cara pengasiran sebenarnya mudah, hanya saja diperlukan ketelitian dan waktu untuk mendapatkan efek kedalaman dan shadow. Penggunaan berbagai macam jenis pensil akan memberikan kemudahan dalam mewujudkan bentuk 3D sebuah objek.

cara mengarsir gambar dengan pensil

pengarsiran memerlukan latihan agar hasil maksimal

Jangan pernah bilang kalau karya seni itu jelek, karena tidak ada karya seni yang jelek. Semua karya seni itu indah dan bagus, hanya saja bagaimana kita bisa menemukan sudut pandang lain agar karya seni tadi bisa diterima dengan baik. Contoh saja gambar wanita tanpa busana, dsb, apabila kita melihat foto atau lukisan tersebut dari kacamata laki laki hidung belang, tentu saja gambar tersebut merupakan sebuah pornografi. Tetapi disaat kita melihat gambar tersebut dari alunan garis, kemantapan goresan, dan keragu raguan bayangan, dapat dipastikan kalau gambar tersebut jauh dari sekedar gambar pornografi.

Ungkapan suatu imajinasi ke dalam kondisi riil itu seperti memasak dari sebuah resep yang ada dalam suatu majalah wanita. Kita membaca, menyiapkan dan menggambarkan dalam kondisi kasat mata, dan selanjutnya kita mengubah sesuatu hal yang kasat mata ke dalam media yang bisa kita sentuh. Hanya perlu sering latihan dan sering melihat karya orang lain, maka akan terasah sendiri kemampuan kita menggambar.

Sedikit cara mudah menggambar wajah, dari seorang mahasiswa teknik yang jauh dari dasar Nirmana apalagi arti sebuah seni.